Selasa, 29 Desember 2009

Testament Of Lucifer



Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkanNyalah terang itu dari gelap. Dan terang itu adalah Lucifer, yang namanya berarti pembawa terang, sehingga dia juga dinamai dengan nama siang. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.
Itulah kisah asal mula Lucifer yang diciptakan Allah pada hari pertama. Makhluk Allah yang diciptakan pada awal mula, diberi tempat yang istimewa untuk menjadi pendamping kegelapan. Sebab pada mulanya adalah gelap gulita dan Allah berada dalam kegelapan yang kosong. Keberadaannya membuat alam semesta ini beraksi, setelah Allah memutuskan untuk menciptakannya. Namun dia tidak selalu bersama-sama dengan Allah. Dan dia bukanlah Allah. Dan ini adalah kata-katanya.
Aku, Lucifer, putera Fajar, terang yang telah memberi nuansa baru pada kegelapan. Sebagaimana tugasku menjadi pengawas bumi. Pekerjaanku sehari-hari adalah melakukan perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi. Sebagaimana Allah telah menciptakan manusia, baik laki-laki dan perempuan pada hari keenam , maka berkuasalah aku atas mereka. Akulah pemimpin mereka, sejak mula, sampai suatu hari, Allah berfirman kepada kami, para malaikat-malaikatNya: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Aku yang termasuk dalam malaikat-malaikat Allah bertanya: “Mengapa Engkau hendak menjadikan khalifah di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau”. Tuhan berfirman:”Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.
Aku, Lucifer, yang selama ini mendapat kepercayaan dari Allah, memang ada sedikit rasa kecewa. Setelah sekian lama aku selalu sungguh-sungguh bertasbih memuji Allah, namun kedudukanku akan diambil dan dialihkan kepada manusia. Allah berkehendak menggantikan tugasku di bumi dan menyerahkan kepada seorang manusia untuk menjadi khalifah di bumi. Allah berkehendak agar manusia dipimpin oleh manusia pula. Tapi biarlah, aku hanya berpegang kepada Allah bahwa Dia mengetahui segala-galanya.
Kemudian Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Dan Allah menamainya Adam.
Aku, Lucifer, hadir waktu penciptaan manusia. Masih terngiang-ngiang di telingaku ketika Allah berfirman: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” Allah mengambil tanah dari bumi, dibentuknya manusia itu dan dihembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya. Dan dengan demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.
Sebetulnya aku kagum pada karya ciptaan Allahku ini, manusia yang baik bentuknya. Bukankah Allah menciptakan manusia itu menurut gambarNya, menurut gambar Allah sendiri? Dan betapa enaknya manusia itu, Allah juga menyediakan tempat yang nyaman baginya. Allah telah membuat taman di Eden, di sebelah timur; di situlah ditempatkanNya manusia yang dibentukNya itu. Kalau seandainya aku diperlakukan seperti itu, alangkah bersyukurnya aku.
Betapa Allah sungguh-sungguh mencintai manusia, makhluk ciptaan yang dibuat berdasarkan gambarNya, kadang membuat aku iri. Terus terang saja, tak pernah Allah sedemikian dekat dengan ciptaanNya yang lain. Allah kemudian menempatkan manusia itu ke dalam taman Eden agar dia mengusahakan dan memelihara taman itu.
Yang aku lihat bukanlah fatamorgana dan bukanlah ilusi. Ternyata tak beralasan bahwa kami dulu menyangsikan, bahwa manusia itu akan menjadi orang yang akan membuat kerusakan dan suka menumpahkan darah. Dan memang benar, Allah maha mengetahui.
Namun, dalam hati kecilku, masih terbersit satu perasaan ragu-ragu atas manusia itu. Bisakah ia menjadi seorang khalifah di bumi? Taman Eden ini bukanlah bumi yang sesungguhnya. Bumi yang sesungguhnya adalah bumi yang harus dikerjakan dengan susah payah. Mengenai bumi yang sesungguhnya ini aku tahu betul, karena aku sering menjelajahinya. Tapi semua perkara ini, aku pendam dalam hati.
Suatu hari, aku bersama malaikat yang lain berkumpul di taman itu. Roh Allah hadir di taman itu. Dan manusia itu sedang dalam kesendiriannya. Allah menjumpai Adam, manusia itu, dan Dia mengajarkan kepadanya nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika memang kamu orang yang benar!” Jawab kami:”Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Allah berfirman: “Hai Adam, beritahukan kepada mereka nama-nama benda ini”. Maka setelah diberitahukannya nama-nama benda itu, Allah berfirman: “Bukankah sudah Kukatakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan” Lalu Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. DibawaNyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu. Dan Adam memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan.
Kami bisa merasakan, betapa Allah menyayangi manusia itu. Dan, Allah menciptakan penolong baginya yang sepadan dengan dia. Allah membuat manusia itu tidur nyenyak. Ketika ia tidur, Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. Dan dari rusuk yang diambil Allah dari manusia itu, dibangunNyalah seorang perempuan, lalu dibawaNya kepada manusia itu. Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.
Kalau saja aku bisa ceritakan keindahan taman Eden itu secara rinci. Sebuah tempat yang begitu indah dan damai. Penuh dengan berbagai binatang dan semuanya yang berada dalam taman ini hidup dengan rukun. Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri. Serigala tinggal bersama domba dan macan tutul berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa makan rumput bersama-sama. Tidak ada yang berbuat jahat atau yang berlaku busuk di segenap taman itu. Dan aku, Lucifer, Putera Fajar, melihat semuanya itu dan bersama malaikat lain memuji-muji Allah.
Sungguh, seandainya engkau pernah berada di taman Eden. Tentu tak akan ingin pergi kemana-mana lagi. Memang, ada yang mengganjal dalam hatiku. Aku, Lucifer, yang selama ini selalu taat dan memuliakan Allah, ada rasa iri kepada manusia itu. Bukan saja karena dia akan menggantikan tugasku sebagai khalifah di bumi, tetapi belum apa-apa, sudah diberikan kenikmatan tiada tara kepadanya. Sementara aku, yang pertama kali diciptakan olehNya, tak
pernah diberi kenikmatan seperti ini.
Taman Eden, yaitu taman Allah penuh segala batu permata yang berharga: yaspis merah, krisolit dan yaspis hijau, permata pirus, krisopras dan nefrit, lazurit, batu darah dan malakit. Tempat tatahannya diperbuat dari emas dan disediakan pada hari penciptaanmu, wahai manusia.
Memang Allah pernah berfirman pula kepadaku: “Aku akan mendirikan bagi mereka suatu taman kebahagiaan, sehingga di tanah itu tidak seorangpun akan mati kelaparan dan mereka tidak lagi menanggung noda yang ditimbulkan bangsa-bangsa. Dan mereka akan mengetahui bahwa Aku, Allah mereka.” Aku sungguh melihat, betapa Allah menyayangi dan memanjakan manusia itu.
Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Di taman itu ada pohon-pohon aras, juga ada pohon sanobar dan pohon berangan. Waktu itu, segala pohon-pohon yang ada di taman Allah tiada yang dapat disamakan dengan pohon lain mengenai keelokannya.
Ada sebuah sungai yang mengalr dan membasahi taman itu. Kami menyebutnya sebagai sungai air kehidupan. Dan sungai yang ada di taman Eden itu mengalir terus ke bumi dan menjadi empat cabang. Sungai ini sendiri jernih bagaikan kristal, dan mengalir keluar dari takhta Allah. Sekali meminum air kehidupan dari sungai itu, maka tidak akan haus lagi.
Allah berfirman kepada manusia itu: “Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu. Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya.”
Manusia itu berkata kepada Allah: “Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau!” Memang, merekalah orang-orang kudus yang ada pertama kali di tanah ini, merekalah orang mulia yang selalu menjadi kesukaan Allah.
Allah melihat segala yang dijadikanNya itu, sungguh amat baik. Lalu Allah memberi perintah ini kepada manusia itu: “Hai Adam, diamilah taman ini oleh kamu dan isterimu, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai. Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kamu dekati pohon ini dan janganlah kaumakan buahnya, yang akan menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim. Dan Kutegaskan kepadamu, Kularang kamu memakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.”
Adam mendengar perintah Allah dengan penuh sujud. Tapi setelah itu, aku mendengar pembicaraan dia dengan istrinya, Hawa, soal mati itu. Mereka bertanya-tanya sendiri, apa yang dimaksudkan mati oleh Allah. Sebab mereka selama ini tidak mengenal arti kematian. Memang, Allah waktu itu belum pernah mengemukakan tentang kematian kepada mareka, bahwa semua makhluk ciptaan Allah pasti akan mati. Tidak terkecuali aku, Lucifer, malaikat terang ciptaan Allah yang pertama. Namun mereka enggan menanyakan langsung kepada Allah.
Sungguh, tak akan kekurangan apapun juga bila tinggal di taman itu. Di tempat yang damai ini orang tidak perlu lagi mengejar kekudusan, sebab tempat itu sudah kudus. Dan dengan kekudusan kita akan dapat melihat Allah.
Manusia itu memuji-muji Allah: “Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram; sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dalam kematian, dan tidak membiarkan kami melihat kebinasaan. Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapanMu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kananMu ada nikmat senantiasa.”
Dari kejauhan aku, Lucifer, beringsut pergi. Ah, betapa senangnya manusia itu. Allah maha mengetahui apa yang akan terjadi. Bukankah Allah tahu apa yang terbaik? Kubentangkan kedua sayapku, terbang ke angkasa dan kembali menjelajahi bumi untuk melihat-lihat keadaan di sana. Dalam hatiku aku berkata, hai manusia lihatlah, inilah bakal tanah yang akan diserahkan kepadamu. Tanah yang permai dan kudus. Dan dalam diriku ada sedikit rasa sedih, suatu saat nanti harus rela menyerahkan semua ini kepada manusia itu.
Tapi, aku percaya, Allah maha mengetahui dan maha bijaksana.
Pada suatu hari datanglah para malaikat Allah menghadap Allah dan di antara mereka datanglah juga aku, Lucifer. Dan Allah duduk di takhtaNya yang nampak bagaikan permata yaspis dan permata sardis; dan suatu pelangi melingkungi takhta itu gilang-gemilang bagaikan zamrud rupanya. Dan sekeliling takhta itu ada dua puluh empat takhta, dan di takhta-takhta itu dipersiapkan bagi dua puluh empat malaikat utama, termasuk aku.
Kami semua memakai pakaian putih dan mahkota emas di kepala. Rambut kami semua memang putih bersinar-sinar, sehingga kami juga sering disebut dengan “dua puluh empat tua-tua”. Kami inilah yang sering disebut para allah dan para pengamat (watchers). Kami berkumpul di Taman Eden, dekat sumber sungai air kehidupan, tempat di mana takhta Allah ada. Dan di hadapan takhta itu ada lautan kaca bagaikan kristal, di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat makhluk penuh dengan mata, di sebelah muka dan di sebelah belakang.
Dari dua puluh empat malaikat, ada tiga malaikat utama, yakni aku sendiri, Mikhael dan Gabriel. Sementara sisanya dua puluh satu malaikat berada di bawah kami bertiga, di mana masing-masing memimpin tujuh malaikat. Aku membawahi tujuh malaikat, Mikhael membawahi tujuh malaikat dan demikian pula dengan Gabriel. Jadi jumlah keseluruhannya adalah dua puluh empat malaikat. Tujuh adalah angka yang istimewa bagi Allah.
Seperti biasa, bertanyalah Allah kepadaku: “Dari mana engkau?” Lalu jawabku kepada Allah: “Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi.” Kemudian setelah itu Allah berkata kepada kami semua, para malaikat-malaikatNya, “Tidakkah engkau memperhatikan hambaKu, Adam? Tiada ciptaan lain yang sesempurna dia.”
Kami semua bersorak memuji-muji Allah: “Kudus, kudus, kuduslah Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang.” Dan kemudian tersungkurlah kami semua di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan kami menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan kami melemparkan mahkota kami di hadapan takhta itu, sambil berkata: “Ya Tuhan Allah dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa, sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu, dan oleh karena kehendakMu semuanya itu ada dan diciptakan.”
Bersamaan dengan itu terdengarlah suara semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya berkata: “Bagi Dia yang duduk di atas takhta, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!”
Beberapa saat kemudian, suasana menjadi hening. Kami semua bangkit berdiri kembali. Kemudian Allah memanggil Adam dan berkata kepada para malaikat: “Bersujudlah kamu semua kepada Adam.”
Aku, Lucifer, terkejut mendengar perintah itu. Bukankah hanya kepada Allah aku boleh bersujud? Mengapa Allah memperintahkan kami untuk sujud kepada Adam? Dalam hatiku tak bisa menerima perintah ini. Terlebih sebelumnya, aku memang memendam suatu perkara tentang Adam ini.
Malaikat Mikhael dan Gabriel langsung bersujud kepada Adam, diikuti dengan malaikat-malaikat yang dipimpin oleh mereka. Sementara aku, masih diam termangu-mangu. Rupanya, ketujuh malaikat yang berada dalam kelompokku menunggu apa yang hendak aku perbuat. Aku memandang kepada Allah, dan Allah juga memandang ke arahku. Aduh, sungguh aku tak kuat memandangNya.
Kemudian Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud kepada Adam di waktu Aku menyuruhmu”.
Aku, Lucifer, terkejut mendapat pertanyaan itu dan untuk beberapa saat menjadi bingung. Kalau aku jawab, bahwa aku hanya mau sujud kepada Allah, bukankah Dia yang memerintahkan aku untuk bersujud kepada manusia itu. Tapi kalau aku sujud kepada manusia itu, berarti aku melanggar perintahNya bahwa hanya boleh sujud kepadaNya saja. Jawaban apa yang harus aku berikan?
Allah memandang ke arahku dan menanti jawaban yang keluar dari mulutku. Entah kenapa, waktu itu, secara tak sadar aku berkata: “Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk”. Sebenarnya, pertama kali aku menjawab itu, bukan karena manusia itu dibuat dari tanah
sehingga aku tidak mau sujud, namun aku tidak mau sujud selain kepada Allah.
Tapi Allah berfirman lagi: “Sujudlah kepada Adam!”
Aku kemudian memberanikan diri untuk bertanya: “Mengapa aku harus bersujud kepada Adam?”
Allah menjawab: “Sebab dia lebih mulia daripada engkau.”
Aku menjawab: “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”.
Kali ini, Allah menjadi murka: “Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Lucifer, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!”
Beberapa saat terjadi kegaduhan di antara para malaikat. Belum pernah sepanjang sejarah, Allah murka sedemikian hebat. Aku sedih mendapat murka Allah, namun hatiku penuh dalam kebimbangan. Bagiku, tak patut untuk sujud selain kepada Allah, meski Allah yang menyuruhku sekalipun. Allah telah murka. Aku memandang Gabriel dengan keinginan agar ia mau membantuku, setidaknya meredakan murka Allah. Namun dia diam saja. Mikhael juga sama, bahkan ia telah membuang muka dari padaku. Sementara Adam yang berdiri di tengah-tengah kami hanya diam saja, tak tahu apa yang hendak dilakukannya. Terlebih, dia memang belum tahu tentang apa-apa.
Allah kemudian berdiri dalam sidang ilahi, di antara para allah Ia siap menghakimi aku.
Seumur hidupku tak pernah mengalami hal demikian. Aku merasa apa yang aku lakukan benar dan aku justru merasa diperlakukan dengan tidak adil. Jangankan sujud kepada Adam, sujud kepada Mikhaelpun aku tak akan mau. Entah mengapa Mikhael dan Gabriel mau sujud kepada Adam. Aku sungguh tak mengerti. Kalau alasannya adalah karena Adam lebih mulia daripadaku, apakah dengan demikian aku harus wajib bersujud kepadanya? Bagiku, yang mulia hanyalah
Allah, penciptaku.
Allah berdiri dalam sidang ilahi, di antara para allah Ia menghakimi. Dipanggilnya aku bersama ketujuh malaikatku kehadapanNya, dan kemudian aku bersujud menyembahNya sambil berkata: “Siapakah yang seperti Engkau, ya Allah? Siapakah yang seperti Engkau, mulia karena kekudusanMu, menakutkan karena perbuatanMu yang masyhur, Engkau pembuat keajaiban.”
Allah bertanya kepadaku: “Hai Lucifer, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu merasa termasuk orang-orang yang lebih tinggi?”.
Jawabku: “Sudah kukatakan pada Engkau, Ya Allahku. Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Bukankah ada tertulis bahwa aku harus menyembah Tuhan, Allahku,
dan hanya kepada Engkau sajalah aku berbakti.”
Di sinilah letak kesalahpahaman itu, yang baru kusadari setelah lama kemudian. Aku menyatakan tidak akan sujud kepada manusia karena hanya kepada Allah saja aku bersujud, namun rupanya Allah menganggap aku sombong dengan mengatakan bahwa aku lebih mulia dari manusia yang diciptakan dari tanah liat kering itu.
Allah berfirman: “Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka dengan kamu semua”
Aku benar-benar terkejut. Hukuman yang diberikan kepadaku sungguh berat untuk suatu perbuatan yang bagiku secara prinsip adalah benar. Tapi aku tahu, sekali Allah berfirman, maka itu akan berlaku selamanya. Hatiku menjadi berontak karenanya.
Aku menjawab: “Karena Engkau telah menghukum aku tersesat, aku benar-benar akan menghalangi-halangi mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian aku akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur maupun taat.
Kemudian Allah memuliakan Adam dan kelak keturunannya, Allah berfirman: “Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.”
Aku berkata:”Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil”.
Alah berfirman kepadaku: “Kuberi tangguh waktumu hingga hari kiamat dan kuberi kuasa kepadamu atas orang-orang yang tidak beriman.”
Aku menjawab: “Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlas di antara mereka. Aku benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba Engkau bahagian yang sudah ditentukan untukku, dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan menyuruh mereka memotong telinga-telinga binatang ternak, lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka merobah ciptaan Allah, lalu benar-benar mereka merobahnya. Aku akan justru membuat merekalah yang akan sujud kepadaku !”
Allah berfirman: “Maka yang benar adalah sumpah-Ku dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan. Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi neraka dengan jenis kamu dan dengan orang-orang yang mengikuti kamu di antara mereka kesemuanya.”
Kemudian Allah berfirman kepada Adam: “Hai Adam, sesungguhnya ini, Lucifer, adalah musuh bagimu dan bagi isterimu, makasekali-kali janganlah sampaikan ia mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka.”
Allah lalu memandang kepadaku dan berfirman: “Kamu adalah allah, dan termasuk anak-anak Yang Mahatinggi kamu sekalian. Namun seperti manusia kamu akan mati dan seperti salah seorang pembesar kamu akan tewas.”
Tak ada rasa sedih lagi di hatiku, justru muncul rasa geram yang mulai membakar hatiku. Aku berkata kepada ketujuh malaikat penghulu yang bersama dengan aku: “Marilah kita menduduki tempat-tempat kediaman Allah!”
Rupanya tak ada yang tersembunyi bagi Allah, kemudian Allah berfirman: “Demikiankah engkau mengadakan pembalasan terhadap Aku, hai makhluk yang bebal dan tidak bijaksana? Bukankah Aku Bapamu yang mencipta engkau, yang menjadikan dan menegakkan keadilan?”
Tuhan berfirman:”Pergilah, barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, maka sesungguhnya neraka adalah balasanmu semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup. Dan mulai hari ini engkau akan disebut dengan nama Iblis!”
Kemudian pergilah aku dari hadapan Allah, bersama ketujuh malaikat penghulu yang ada di bawah kekuasaanku. Kepergianku telah menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan turunlah kami ke bumi. Jumlah kami yang pergi adalah delapan malaikat penghulu, tujuh adalah malaikat yang berada dalam kepemimpinanku, dan jumlahnya sepertiga dari dua puluh empat malaikat utama yang mengelilingi Takhta Allah. Dan masing-masing dari tujuh malaikat penghulu itu memimpin ribuan tentara surga yang ikut pula bersama-sama dengan aku. Jumlah kami begitu banyak, dan kepergian kami ke bumi bagai kilat yang memancar dari langit.
Dalam hatiku aku berkata: “Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi !”
Kemudian aku berteriak: “Akan kubuat bumi gemetar dan kerajaan-kerajaan bergoncang serta kubuat dunia seperti padang gurun, dan kelak akan kuhancurkan kota-kotanya !”
Pada hari itu, aku, Lucifer, menyatakan permusuhan dengan penciptaku.

Senin, 28 Desember 2009

Soal pengantar Ilmu Sastra (tugas UAS smester 1 neeehh!!)

Tugas Pengantar Ilmu Sastra untuk UAS

Yohanes Marwan S.

NIM 091224065

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

Tentukan mana pernyataan yang benar dan mana pernyataan yang salah dengan pilihan berikut :

  1. jika pernyataan a. dan pernyataan b. benar semua
  2. jika pernyataan a. benar dan pernyataan b. salah
  3. jika pernyataan a. salah dan pernyataan b. benar
  4. jika pernyataan a. dan pernyataan b. salah semua

1. a. Abstraksi adalah ringkasan atau intisari suatu makalah atau tulisan (biasanya berbentuk nonfiksi).

b. Tambahan, atau sesuatu yang ditambahkan pada buku atau tulisan disebut adagium.

2. a. Pewarisan ( suatu karya sastra) dari suatu generasi kepada generasi lainnya disebut alih tangan.

b. Sajak kisahan romantis atau sentimental, terdiri dari bait-bait pendek, berlarik empat yang berima a-b-c-b disebut bagan rima.

3. a. Peribahasa atau pepatah yang mengandung nasihat, peringatan, sindiran, dan sebagainya disebut petuah.

b. Kisah tentang hidup seseorang yang ditulis oleh orang lain disebut otobiografi.

4. a. Cerita berantai adalah rekaan yang dimuat sebagian demi sebagian secara berturut-turut dalam surat kabar atau majalah.

b. Cerita yang pendek dan biasanya dengan tokoh binatang atau benda yang berkelakuan manusia disebut fabel.

5. a. Makna yang wajar dan konkret, yang bebas dari segala makna tautan ataupun nilai rasa disebut makne denotasi.

b. Dadaisme adalah gerakan seni dan sastra awal abad 20 yang berdasarkan pada kebebasan total dan pertentangan terhadap aturan, cita-cita, dan tradisi.

6. a. Jenis wacana yang bertujuan memberikan informasi, penjelasan, keterangan, atau pemahaman kepada pihak lain disebut narasi.

b. Epilog adalah bagian penutup yang ditambahkan pada sebuah karya sastra, fungsinya menyampaikan intisari ceritanya atau menafsirkan maksud karya itu.

7. a. Seorang tokoh yang namanya dipakai sebagai nama suku bangsa, tempat, dan sebagainya disebut epos.

b. Filologi adalah ilmu yang menyelidiki perkembangan kerohanian suatu bangsa dan kekhususannya atau yang menyelidiki kebudayaan berdasarkan kesusastraannya dan bahasanya.

8. a. Folklor adalah kepercayaan, legenda, dan adat istiadat suatu bangsa yang sudah ada sejak lama, yang diwariskan secara turun-temurun.

b. Pembicaraan atau tulisan yang membanding-bandingkan , menganalisis, menafsirkan, dan menilai karya sastra disebut resensi.

9. a. Dongeng adalah kepercayaan atau keyakinan yang tidak terbukti tetapi yang diterima mentah-mentah.

b. Prosa rekaan yang panjang , yang menyuguhkan tokoh-tokoh dan menampilkan serangkaian peristiwa dan latar secara tersusun disebut novel.

10. a. Rekaman sejarah yaitu kisahan yang menyajikan rangkaian peristiwa sejarah, biasanya menurut urutan waktu.

b. Gagasan, ide, atau pikiran utama di dalam karya sastra yang terungkap ataupun tidak disebut topik.

11. a. Teori resepsi adalah tema dominan di dalam karya sastra.

b. topik adalah gagasan, ide, ataupun pikiran utama di dalam karya sastra yang terungkap maupun tidak.

12. a.Cerita rakyat adalah kisahan anonim yang tidak terikat pada ruang dan waktu, yang beredar secara lisan di tengah masyarakat

b. Kesan mental atau bayangan visual yang ditimbulkan oleh sebuah kata,frase, atau kalimat disebut citra.

13. a. Cerita repsodi ialah kisahan yang mempunyai tokoh, lakuan, dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi.

b. Proses fonetis yang berakibat suatu bunyi bahasa menjadi berbeda atau agak berbeda dengan bunyi yang berdekatan.

14. a. Folklore adalah kepercayaan, legenda, dan adat istiadat suatu bangsa yang sudah ada sejak lama, yang diwariskan turun-temurun secara lisan maupun tertulis.

b.Hikayat adalah ungkapan yang berisi doa atau pujian khususnya kata penghargaan terhadap orang yang sudah meninggal.

15. a. Kritikus sastra adalah pembicaraan atau tulisan yang membanding-bandingkan, menganalisis, menafsirkan, dan menilai karya sastra.

b. Kritik strukturalis adalah pengkajian dan analisis terhadap naskah dan karangan terbitan untuk menentukan umur naskah, identitas pengarang, dan keotentikan karangan.

16. a. Digresi adalah penyimpangan dari pokok masalah yang sedang dihadapi dalam karya sastra.

b. Distikon adalah pembabaran yang terjadi dalam sebuah kata atau kalimat karena ulang tulis yang tak sengaja.

17. a. Cerita rakyat legendaris yang bertokoh makhluk luar biasa dan mengisahkan peristiwa-peristiwa yang tidak dijelaskan secara rasional adalah pengertian dari mitos.

b. Pernyataan atau rekapitulasi ringkas tetapi menyeluruh dari fakta-fakta atau gagasan-gagasan dalam suatu karya sastra adalah ikhtisar.

18. a. Pengubahan teks dari satu abjad ke abjad yang lain disebut transliterasi.

b. Aliran kritik sastra yang mendasarkan pengkajiannya pada pola teori linguistik modern merupakan pengertian dari kritik baru.

19. a. Catatan yang dibuat oleh pengarang atau orang lain untuk menerangkan, mengomentari, atau mengkritik teks karya sastra atau bahan tertulis lainnya disebut catatan kaki.

b. Kata yang lafalnya sama dengan kata lain, tetapi ejaan dan artinya berbeda disebut homofon.

20. a. Kisah singkat tentang suatu kejadian yang menarik, lucu, aneh, yang berkenaan dengan sifat atau gagasan khas sang seorang tokoh biasa disebut anasfore.

b. Pemakaian kata yang berlebih daripada yang diperlukan untuk menyampaikan makna disebut pleonasme.

Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang menurut Anda paling benar!

1. Pernyataan ringkas yang mengandung ajaran atau kebenaran umum tentang sifat-sifat manusia disebut… .

a. filsafat c. maksim

b. matra d. kritik sastra

2. Cerita rakyat legendaris yang bertokoh makhluk luar biasa dan mengisahkan peristiwa-peristiwa yang tidak dijelaskan secara rasional adalah pengertian dari… .

a. mitos c. dongeng

b. fabel d. hikayat

3. Cakapan panjang yang diucapkan oleh seorang tokoh saja dalam sebuah karya sastra biasa disebut… .

a. cakapan c. cerita berantai

b. monolog d. dialog

4. Kekuatan yang menggerakkan jiwa serta mempengaruhi pikiran atau perasaan dalam penciptaan karya sastra disebut…

a. inspirasi c. imajinasi

b. idila d. ilusi

5. Pernyataan atau rekapitulasi ringkas tetapi menyeluruh dari fakta-fakta atau gagasan-gagasan dalam suatu karya sastra adalah … .

a. tema c. inti cerita

b. identifikasi d. ikhtisar

6. Aliran kritik sastra yang mendasarkan pengkajiannya pada pola teori linguistik modern merupakan pengertian dari … .

a. kritik strukturalis c. kritik sastra

b. kritik teks d. kritik baru

7. Pemakaian kata yang berlebih daripada yang diperlukan untuk menyampaikan makna disebut… .

a. platonik c. polisidenton

b. plagiat d. pleonasme

8. Pembukaan atau permulaan yang mengantarkan karya sastra dan yang merupakan bagian karya sastra tersebut biasa disebut… .

a. prosa c. pleonasme

b. prolog d. prolepsis

9. Pengubahan teks dari satu abjad ke abjad yang lain disebut… .

a. transmisi c. transkripsi

b. transliterasi d. translasi

10. Jalinan peristiwa di dalam karya sastra untuk mencapai efek tertentu biasa disebut… .

a. alusi c. ambrosia

b. alur d. amplikasi

11. Kisah singkat tentang suatu kejadian yang menarik, lucu, aneh, yang berkenaan dengan sifat atau gagasan khas sang seorang tokoh biasa disebut… .

a. anekdot c. analog

b. anasfore d. anapest

12. Kesamaan sebagian ciri antara dua benda atau hal yang dapat dipakai sebagai dasar perbandingan merupakan pengertian dari… .

a. analogi c. anekdot

b. analisis d. antiklimaks

13. Kaki sajak yang terdiri dari tiga suku kata, dua suku kata tak bertekanan yang diikuti oleh suku kata bertekanan disebut… .

a. anekdot c. anasfore

b. analog d. anapest

14. Pembalikan susunan yang wajar, biasa, dan masuk akal dari bagian-bagian kalimat, atau dari kata di dalam kalimat disebut… .

a. anekdot c. anasfore

b. analog d. anastrofe

15. Catatan yang dibuat oleh pengarang atau orang lain untuk menerangkan, mengomentari, atau mengkritik teks karya sastra atau bahan tertulis lainnya disebut… .

a. anonim c. anotasi

b. anapest d. anastrofe

16. Ungkapan yang lebih halus sebagai pengganti ungkapan yang dirasakan kasar, yang dianggap merugikan ataupun tidak menyenangkan disebut… .

a. eufemisme c. eulogi

b. etiologi d. esoterik

17. Kata yang lafalnya sama dengan kata lain, tetapi ejaan dan artinya berbeda disebut… .

a. homograf c. homonim

b. homofon d. homoglif

18. Salah satu dari dua kata atau lebih yang ejaan dan lafalnya sama, tetapi yang maknanya berlainan disebut… .

a. homograf c. homonim

b. homofon d. homoglif

19. Karya sastra atau bagian karya sastra dalam ragam prosa atau puisi yang menggambarkansuasana tenteram, aman, sentosa, yang sering dikaitkan pada kehidupan sederhana atau hidup di pedesaan disebut… .

a. idila c. idiom

b. imitasi d. ilusi

20. Penguraian kembali isi sebuah kalimat atau penggalan teks disebut… .

a. parafrase c. paragog

b. paralelisme d. parataksis

Essay .

Jawablah pertanyaan di bawaqh ini dengan uraian singkat!

  1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan teori resepsi!
  2. Jelaskan perbedaan antara tema dan topik!
  3. apa itu cerita rakyat? Jelaskan!
  4. jelaskan secara singkat tentang disimilasi!
  5. Apa yang dimaksud dengan folklore?
  6. Jelaskan apa yang dimaksud dengan hikayat!
  7. Apa itu kritikus sastra? Jelaskan!
  8. Jelaskan :
    1. Kritik sastra
    2. Kritik strukturalis
    3. Kritik teks
  9. Jelaskan apa yang dimaksud dengan kuplet!
  10. Apa itu memoar? Jelaskan!


Kunci jawaban

Soal pernyataan benar salah

  1. B
  2. B
  3. D
  4. C
  5. A
  6. C
  7. C
  8. B
  9. C
  10. B
  11. D
  12. A
  13. C
  14. B
  15. D
  16. B
  17. A
  18. D
  19. C
  20. C

Pilihan ganda

  1. c
  2. a
  3. b
  4. a
  5. d
  6. a
  7. d
  8. b
  9. c
  10. b
  11. a
  12. a
  13. d
  14. d
  15. c
  16. a
  17. b
  18. c
  19. a
  20. a

Soal essay

1. Teori resepsi adalah teori sastra yang mementingkan tanggapan pembaca terhadap karya sastra, yaitu tanggapan umum yang mungkin berubah-ubah, ysng bersifat penafsiran dan penilaian terhadap karya sastra yang terbit dalam rentang waktu tertentu.

2. Tema adalah gagasan , ide , ataupun pikiran utama di dalamkarya sastra yang terungkap atau tidak. Tema dapat dijabarkan dalam beberapa topik.

Sedangkan topik adalah masalah yang mendasari/ menjadi pokok persoalan suatu karya sastra. Merupakan penjabaran dari tema.

3. Cerita rakyat adalah kisahan aninim yang tidak terikat pada ruang dan waktu, yang beredar secara lisan di tengah masyarakat.

4. Disimilasi adalah istilah linguistik, yaitu proses fonetis yang berakibat suatu bunyi bahasa menjadi berbeda atau agak berbeda engan bunyi yang berdekatan.

5. Folklore adalah kepercayaan, legenda, dan adat istiadat suatu bangsa yang sudah ada sejak lama, yang diwariskan turun-temurun secara lisan maupun tertulis.

6. Hikayat adalah jenis cerita rekaan dalam sastra Melayu Lamayang menggambarkan keagungan dan kepahlawanan.

7. Kritikus sastra adalah orang yang mempertimbangkan mutu dan nilai sebuah karya sastra: boleh jadi ia mengemukakan suatu pandangan atau catatan singkat tentang karya tersebut dalam penerbitan populer, ia boleh juga menjelaskan dengan terperinci dasar-dasar estetik yang menentukan hakikat serta fungsi sastra.

8.

- Kritik sastra adalah pembicaraan atau tulisan yang membanding-bandingkan, menganalisis, menafsirkan, dan menilai karya sastra.

- Kritik strukturalis adalah aliran kritik sastra yang mendasarkan pengkajiannya pada pola teori linguistik modern.

- Kritik teks adalah pengkajian dan analisis terhadap naskah dan karangan terbitan untuk menentukan umur naskah, identitas pengarang, dan keotentikan karangan.

9. Kuplet adalah dua larik sajak yang berurutan dan biasanya berima akhir serta sama panjangnya.

10. Memoar adalah cerita atau catatan peristiwa yang berhubungan dengan pokok atau masa tertentu seperti yang diketahui pengarang atau seperti yang dihimpunnya dari sumber-sumber tertentu.

Tugas Menulis 1

Tugas Menulis untuk UAS

Yohanes Marwan S.

NIM 091224065

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

RENDAHNYA KUALITAS PENDIDIKAN DI INDONESIA

1. Pendahuluan

Kualitas pendidikan di Indonesia saat ini sedang dalam masa pembangunan. Perkembangan dan perubahan yang terjadi di masyarakat serta teknologi-teknologi mutakhir dari luar negeri yang terus menyerbu Indonesia secara langsung telah mempengaruhi perkembangan dunia pendidikan Indonesia. Banyak yang harus dibenahi dalam pendidikan nasional kita supaya perkembangan dan perubahan global tidak menjadi halangan kita dalam memajukan pendidikan bangsa. Dengan kondisi sekarang dan kecenderungan perubahan yang terjadi di masa depan sangat perlu disiapkan generasi muda, termasuk peserta didik dan para pendidik yang memiliki kompetensi multidimensional.

Mengacu pada hal-hal tersebut maka pengembangan pendidikan masa sekarang harus dapat mengantisipasi permasalahan-permasalahan yang mungkin akan terjadi dalam pelaksanaan pendidikan. Salah satu permasalahan yang pasti akan terjadi adalah perkembangan yang begitu pesat karena globalisasi. Begitu cepatnya perkembangan ini sehingga menjadi tantangan nasional dan menuntut perhatian serius dan segera. Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut dibutuhkan pribadi yang memiliki kompetensi dalam memberikan ketrampilan dan keahlian bertahan hidup dalam perubahan dan kerumitan-kerumitan dalam kehidupan.

2. Mengupayakan Pendidik yang Kompeten

Perkembangan dunia yang semakin pesat memaksa kita untuk semakin meningkatkan mutu pendidikan nasional. Salah satu cara utama untuk meningkatkan mutu tersebut adalah dengan mengupayakan tenaga pendidik yang kompeten. Kompetensi pendidik profesional dalam UU No. 14 Tahun 2005 dikemukakan ada 4 cakupan yang meliputi Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Kepribadian, Kompetensi Profesional dan Kompetensi Sosial.

Kompetensi Pedagogik berwujud dalam kompetensi mengelola interaksi pembelajaran, yang meliputi pemahaman dan pengembangan potensi peserta didik, perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran serta sistem evaluasi pembelajaran. Kompetensi Kepribadian berupa kepribadian yang berakhlak mulia, arif, dan berwibawa. Kompetensi Profesional menuntut pendidik memiliki kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam yang meliputi penguasaan materi keilmuan, penguasaan kurikulum dan silabus sekolah, metode khusus pembelajaran bidang studi serta pengembangan wawasan etika dan pengembangan profesi. Kompetensi Sosial berupa kemampuan yang dimiliki seorang pendidik untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik, sesama guru, orang tua/wali murid dan masyarakat sekitar.

Dengan adanya kompetensi-kompetensi tersebut maka kebutuhan akan pendidik yang profesional menjadi mutlak. Pendidik dan dosen yang profesional memiliki ciri kekhususan. Misalnya memiliki kekhususan dalam memberikan pemahaman kepada peserta didik. Dengan metode yang tepat, pendidik profesional harus dapat membangkitkan rasa tertarik para peserta didik sehingga komunikasi dalam penyampaian materi pelajaran dapat berjalan lancar. Pendidik yang profesional juga harus memiliki komitmen, konsisten dan konsekwen terhadap keterampilan.

3. Metode Pembelajaran

Metode pembelajaran yang efektif dan efisien sangat diperlukan dalam pendidikan. Alasannya adalah dengan banyaknya materi yang diberikan kepada siswa, metode pembelajaran yang baik akan menjauhkan siswa dari rasa bosan dan penyerapan materi akan berjalan baik pula. Metode pembelajaran yang efektif dan efisien dapat dilaksanakan dengan menggunakan sarana dan prasarana yang ada, sehingga sumber daya yang ada dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Salah satu metode pembelajaran yang populer adalah metode debat. Metode ini menempatkan siswa dalam dua kelompok, yaitu kelompok pro dan kelompok kontra. Materi ajar dipilih dan disesuaikan sebagai topik dalam debat tersebut. Di dalam kelompok, para siswa akan mendiskusikan berbagai alasan untuk mendukung argumen mereka. Selanjutnya guru dapat mengevaluasi setiap siswa tentang penguasaan materi yang meliputi kedua posisi tersebut dan mengevaluasi seberapa efektif siswa terlibat dalam prosedur debat. Dalam metode debat para siswa dapat mengembangkan ketrampilan sosialnya. Siswa dapat saling membantu dan mendukung untuk menyelesaikan tugas bersama dalam perannya masing-masing, seperti peran pencatat, peran pengatur materi, kelompok pro, kelompok kontra, dan lain-lain. Ketrampilan sosial dapat diajarkan kepada siswa dan peran siswa dapat ditentukan untuk memfasilitasi proses kelompok.

Metode lain yang efektif dan dapat dilaksanakan oleh siswa secara individu maupun kelompok adalah Metode Pemecahan Masalah atau biasa disebut Metode Problem Solving. Dalam metode ini siswa dapat dilatih untuk melakukan penelitian dan mendesain suatu penemuan. Dalam penelitian ini mau tidak mau siswa harus berpikir dan bertindak kreatif. Siawa dituntut memecahkan masalah dari berbagai perspektif sehingga didapatkan hasil yang maksimal dalam penelitian. Penelitian ini harus dilaksanakan secara realistis, mulai dari mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan, serta menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan sehingga merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat. Namun, ada beberapa kendala dalam pelaksanaan metode ini. Beberapa materi pembelajaran sulit untuk disesuaikan dengan metode ini. Misalnya terbatasnya alat-alat laboratorium menyulitkan siswa untuk melihat dan mengamati serta akhirnya dapat menyimpulkan hasil penelitian tersebut. Metode ini juga memerlukan waktu yang lebih panjang daripada metode yang lain.

Metode efektif lain yang bersifat kelompok adalah metode Jigsaw. Dalam metode ini pengajar membagi keseluruhan materi dalam beberapa subtopik-subtopik yang lebih kecil. Selanjutnya guru membagi siswa ke dalam kelompok belajar kooperatif yang setiap anggota bertanggungjawab terhadap penguasaan setiap subtopik yang ditugaskan guru dengan sebaik-baiknya. Kelompok-kelompok kooperatif yang beranggota sedikit ini menyelesaikan tugasnya dalam menguasai subtopik yang menjadi bagian kelompoknya, dan bagaimana mengajarkan subtopik yang dikuasainya kepada kelompok lain. Dengan demikian seluruh siswa bertanggung jawab untuk menunjukkan penguasaannya terhadap seluruh materi yang ditugaskan.

4. Penilaian dan Evaluasi Belajar

Penilaian dan evaluasi belajar merupakan bagian dari sistem pembelajaran. Penilaian dan evaluasi belajar juga menjadi dari keseluruhan proses belajar dalam ruangan kelas. Sistem penilaian dan evaluasi belajar harus dapat dipertanggung-jawabkan kepada unsur yang terkait, seperti siswa, orang tua murid, dan bahkan masyarakat luas pada umumnya. Penilaian terhadap hasil belajar siswa harus didukung oleh bukti-bukti yang kuat dan valid. Untuk itu pendidik harus merancang sedemikian rupa hasil macam apa yang kita inginkan dan bagaimana strategi untuk mendapatkan hasil seperti itu, juga apa yang harus dilakukan siswa agar pendidik mengetahui bahwa siswa benar-benar menguasai materi yang diberikan.

Dalam melaksanakan proses pembelajaran, terdapat dua sistem yang bisa membantu dalam penilaian dan evaluasi belajar. Sistem tersebut ialah sistem teacher-centered dan student-centered. Sistem teacher-centered menjadikan kurikulum sebagai pusat dari seluruh proses belajar. Dalam arti target pencapaian siswa dalam penuntasan materi didasarkan pada materi yang ada dalam kurikulum pendidikan yang ada. Dalam sistem ini sangat menekankan pada hasil akhir, yakni berapa nilai yang didapat siswa dari evaluasi belajar yang diadakan. Proses belajar menjadi tidak terlalu penting, yang penting adalah target pengajaran atau penuntasan materi tercapai.

Berbeda dengan teacher-centered, sistem student-centered melihat bahwa perkembangan masing-masing siswa menjadi pokok perhatian, bukan semata-mata ketuntasan kurikulum. Walaupun begitu, ketuntasan kurikulum juga dibutuhkan dalam sistem ini. Siswa diajak untuk berpikir, berproses, dan merenungkan secara pribadi tentang cara belajar mereka menuju penguasaan ilmu dan materi yang diberikan. Peserta didik benar-benar dihargai sebagai pribadi, dibimbing sesuai bakat dan kemampuannya yang tentu akan berbeda dari bakat dan kemampuan siswa lain yang pada akhirnya akan mengasah rasa percaya diri, menumbuhkan semangat belajar, dan mengembangkan kemampuan khas masing-masing pribadi dalam keseluruhan proses belajar. Dengan adanya sistem-sistem tersebut kita telah melihat bahwa penilaian dan evaluasi belajar terintegrasi secara total dengan seluruh proses belajar. Penilaian dan evaluasi belajar bukan suatu hal yang berdiri sendiri.

5. Penutup

Pendidikan memiliki tugas untuk menyiapkan sumber daya manusia unuk pembangunan. Perkembangan pembangunan selalu diupayakan seirama dengan tuntutan zaman. Perkembangan zaman selalu memunculkan persoalan-persoalan baru yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Penyelesaian masalah pendidikan tidak seharusnya dilakukan secara terpisah, tetapi harus ditempuh langkah yang sifatnya menyeluruh. Artinya, kita tidak hanya memperhatikan kepada satu aspek permasalahan saja, tetapi semua aspek yang ada dalam permasalahan pendidikan harus diselesaikan seluruhnya namun bersifat kontinyu. Mengupayakan pendidik yang kompeten, penerapan metode pembelajaran, dan penilaian evaluasi belajar merupakan masalah-masalah yang dihadapi oleh institusi pendidikan dalam meningkatkan mutunya. Peningkatan mutu institusi pendidikan otomatis juga akan berdampak langsung kepada para peserta didik.

Penyebab rendahnya mutu pendidikan di Indonesia juga tentu tidak hanya sebatas materi yang dibahas di atas. Banyak faktor yang memempengaruhi rendahnya mutu pendidikan kita. Hal seperti itu tentunya dapat kita temukan jika kita mengkaji lebih dalam akar permasalahannya. Semakin kita mengetahui akar permasalahannya dan mempelajarinya, kita dapat memperbaiki mutu pendidikan di Indonesia sehingga menjadi baik lagi.

6. Daftar Pustaka

Adil, Maksimus. 2007. Penilaian dan Evaluasi Belajar : Ditinjau dari Sistem Belajar Student Centered. [online]. (http://maxbona.multiply.com/journal/item/45/Penilaian dan_Evaluasi_Belajar, diakses tanggal 16 Desember 2009)

Muliani. 2009. Masalah Pendidikan di Indonesia. [online]. (http://www.ubb.ac.id/menulengkap.php?judul=Masalah%20Pendidikan%20di%20Indonesia&&nomorurut_artikel=364, diakses tanggal 6 Desember 2009)

Kusumah, Wijaya. 2008. Model-Model Pembelajaran. [online]. (http://wijayalabs.wordpress.com/2008/04/, diakses tanggal 16 Desember 2009)

Priraharjo, Kusumadewi. 2007. Masalah Pendidikan di Indonesia. [online]. (http://sayapbarat.wordpress.com/2007/08/29/masalah-pendidikan-di-indonesia/, diakses tanggal 6 Desember 2009)

Wuryanto, Muhammad Bambang. 2009. Menjaring Pendidik Profesional. [online]. (http://www.pelita.or.id/baca.php?id=68429 , diakses tanggal 6 Desember 2009)

Prasetyo, FX. Aris Wahyu. 11 November, 2009. Mengupayakan Guru Kreatif dan Rekreatif. Kompas.

Departemen Pendidikan Nasional. 12 November, 2009. Komitmen Tingkatkan Kualitas Pendidikan. Kompas.